Dua orang remaja berlari menyusuri hutan kerajaan. Orang
berjubah hitam dibelakang mereka mengikuti mereka dalam diam. Sebenarnya
Valatia sudah tahu kalau dia dan Fireon sedang diikuti, tapi, ia memutuskan
untuk membiarkan orang berjubah hitam itu mengikutinya. Ia lebih memikirkan
kegiatan berburunya. Karena, itu lebih penting dari pada menghadapi orang
berjubah hitam dibelakangnya.
“sebenarnya kita ini mau kemana?”
suara Fireon membuyarkan lamunan Valatia. Ia segera menoleh ke arah anak itu.
“ikuti saja. Jika kau tidak mau, pulanglah.”
Fireon hanya mengangguk. Ia takut kalau ia banyak bertanya, maka Valatia akan marah. Ia paling tidak suka orang yang banyak nanya.
“sebenarnya kita ini mau kemana?”
suara Fireon membuyarkan lamunan Valatia. Ia segera menoleh ke arah anak itu.
“ikuti saja. Jika kau tidak mau, pulanglah.”
Fireon hanya mengangguk. Ia takut kalau ia banyak bertanya, maka Valatia akan marah. Ia paling tidak suka orang yang banyak nanya.
Sampailah kedua anak tersebut di sebuah desa. Desa itu
nampak porak peranda. Sepertinya desa itu baru saja diserang oleh sesosok
makhluk.
“kita akan berburu disini... siapkan dirimu.” Perintah Valatia.
Fireon hanya mengangguk. Sebenarnya ia kebingungan sebenarnya apa yang ingin diburu gadis itu di desa seperti ini. bukan hanya Fireon yang kebingungan, tapi, orang berjubah hitam yang mengikuti mereka juga ikut kebingungan.
“grrrrr. Siapa yang berani bertatap muka denganku.”
sebuah suara mengagetkan mereka semua. Mereka segera menoleh ke arah asal suara. Sebuah makhluk raksasa berwarna hijau. Dengan tanduk dikepalanya. Taring panjang menempel dimulutnya. Dan sayap hijau terpasang dipunggungnya. Dialah sang iblis pasir, Raknarog.
“g gadis ini sudah gila...”
orang yang sedari tadi mengikuti Fireon dan Valatia ketakutan sendiri. bagaimana tidak ketakutan, Raknarog adalah sang iblis pasir. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa.
“Raknarog, aku kesini untuk menangkapmu.” Ujar Valatia tenang.
membuat Fireon dan orang yang mengikuti mereka bingung sendiri. bagaimana gadis seperti dia bisa tenang berhadapan dengan iblis seperti dia?
Raknarog tertawa. “GRRR, kau berani sekali gadis kecil.”
Valatia tidak merespon. Ia hanya membalas ucapan iblis itu dengan sebuah sabitan dari pedang yang sekarang sudah berada ditangannya. Raknarog tentu saja Tidak akan membiarkan benda apapun menyentuh kulit pasirnya. Ia segera membuat sebuah pelindung pasir.
“GRRR, kau memang cukup cepat. Tapi, kecepatanmu masih dibawah rata-rata.”
pelindung pasir Raknarog berubah menjadi sebuah pedang. Dan pedang tersebut menebas tubuh Valatia hingga hancur.
“apa yang kau lakukan!”
Fireon yang dari tadi menonton pertarungan turun tangan melihat tubuh temannya hancur.
“ada lagi yang mau kubunuh?”
pedang pasir Raknarog berniat menghancurkan tubuh Fireon. Namun, reflek Fireon menghindarinya. Ia pun segera menjauh dari tempat tersebut. Jangan kalian pikir dia melarikan diri. Tentusaja Fireon tidak akan melarikan diri. Dia berniat untuk bersembunyi lalu melakukan serangan mendadak. Raknarog mengejar Fireon yang berlari menjauhi dirinya. Rakanarog tidak sengaja menubruk tubuh seorang pria berjubah hitam. Pria itu tak lain dan tak bukan adalah orang yang sedari tadi mengikuti mereka. Karena tenaganya habis untuk berlari, ia memutuskan untuk memakan pria berjubah hitam tersebut. Jangan kalian pikir, dengan begitu dia akan meninggalkan Fireon begitu saja. Ia tentu saja akan menghabisi anak itu. tapi, sebelum ini ia harus memakan tubuh pria itu. saat akan memakan pria tersebut, sebuah rantai mengikat Raknarog dan pria berjubah hitam. Valatia berdiri dengan tegap dibelakang Rakanarog. Tubuhnya tidak terdapat luka yang berarti.
“k kau... bagaimana kau bisa masih hidup! pedangku sudah menghancurkan tubuhmu!”
Raknarog meronta-ronta ingin melepaskan diri. Sedangkan pria berjubah hitam tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang tidak ada kesempatan untuk lolos bagi pria berjubah hitam.
“aku menggunakan sihir ilusi.” Ucap Valatia tenang.
Raknarog kaget. Mana mungkin ada manusia yang bisa menggunakan sihir ilusi sebagus ini. Valatia segera menghunuskan pedangnya ke arah leher Raknarog.
“terimakasih, master.” Terdengar sebuah suara dipedang Valatia. Perlahan, pedang tersebut memakan tubuh Raknarog. Dan beberapa saat kemudian, tubuh itu tidak tersisa.
“itu sudah cukup Demon Sword. Aku memberikan makanan ini untuk persedian setahun. Jadi, jangan merengek minta makanan.”
“ya, master.”
orang berjubah hitam yang masih diikat di dalam rantai hanya bisa ketakutan melihat pedang yang dimiliki Valatia.
“gadis ini...”
“kita akan berburu disini... siapkan dirimu.” Perintah Valatia.
Fireon hanya mengangguk. Sebenarnya ia kebingungan sebenarnya apa yang ingin diburu gadis itu di desa seperti ini. bukan hanya Fireon yang kebingungan, tapi, orang berjubah hitam yang mengikuti mereka juga ikut kebingungan.
“grrrrr. Siapa yang berani bertatap muka denganku.”
sebuah suara mengagetkan mereka semua. Mereka segera menoleh ke arah asal suara. Sebuah makhluk raksasa berwarna hijau. Dengan tanduk dikepalanya. Taring panjang menempel dimulutnya. Dan sayap hijau terpasang dipunggungnya. Dialah sang iblis pasir, Raknarog.
“g gadis ini sudah gila...”
orang yang sedari tadi mengikuti Fireon dan Valatia ketakutan sendiri. bagaimana tidak ketakutan, Raknarog adalah sang iblis pasir. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa.
“Raknarog, aku kesini untuk menangkapmu.” Ujar Valatia tenang.
membuat Fireon dan orang yang mengikuti mereka bingung sendiri. bagaimana gadis seperti dia bisa tenang berhadapan dengan iblis seperti dia?
Raknarog tertawa. “GRRR, kau berani sekali gadis kecil.”
Valatia tidak merespon. Ia hanya membalas ucapan iblis itu dengan sebuah sabitan dari pedang yang sekarang sudah berada ditangannya. Raknarog tentu saja Tidak akan membiarkan benda apapun menyentuh kulit pasirnya. Ia segera membuat sebuah pelindung pasir.
“GRRR, kau memang cukup cepat. Tapi, kecepatanmu masih dibawah rata-rata.”
pelindung pasir Raknarog berubah menjadi sebuah pedang. Dan pedang tersebut menebas tubuh Valatia hingga hancur.
“apa yang kau lakukan!”
Fireon yang dari tadi menonton pertarungan turun tangan melihat tubuh temannya hancur.
“ada lagi yang mau kubunuh?”
pedang pasir Raknarog berniat menghancurkan tubuh Fireon. Namun, reflek Fireon menghindarinya. Ia pun segera menjauh dari tempat tersebut. Jangan kalian pikir dia melarikan diri. Tentusaja Fireon tidak akan melarikan diri. Dia berniat untuk bersembunyi lalu melakukan serangan mendadak. Raknarog mengejar Fireon yang berlari menjauhi dirinya. Rakanarog tidak sengaja menubruk tubuh seorang pria berjubah hitam. Pria itu tak lain dan tak bukan adalah orang yang sedari tadi mengikuti mereka. Karena tenaganya habis untuk berlari, ia memutuskan untuk memakan pria berjubah hitam tersebut. Jangan kalian pikir, dengan begitu dia akan meninggalkan Fireon begitu saja. Ia tentu saja akan menghabisi anak itu. tapi, sebelum ini ia harus memakan tubuh pria itu. saat akan memakan pria tersebut, sebuah rantai mengikat Raknarog dan pria berjubah hitam. Valatia berdiri dengan tegap dibelakang Rakanarog. Tubuhnya tidak terdapat luka yang berarti.
“k kau... bagaimana kau bisa masih hidup! pedangku sudah menghancurkan tubuhmu!”
Raknarog meronta-ronta ingin melepaskan diri. Sedangkan pria berjubah hitam tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang tidak ada kesempatan untuk lolos bagi pria berjubah hitam.
“aku menggunakan sihir ilusi.” Ucap Valatia tenang.
Raknarog kaget. Mana mungkin ada manusia yang bisa menggunakan sihir ilusi sebagus ini. Valatia segera menghunuskan pedangnya ke arah leher Raknarog.
“terimakasih, master.” Terdengar sebuah suara dipedang Valatia. Perlahan, pedang tersebut memakan tubuh Raknarog. Dan beberapa saat kemudian, tubuh itu tidak tersisa.
“itu sudah cukup Demon Sword. Aku memberikan makanan ini untuk persedian setahun. Jadi, jangan merengek minta makanan.”
“ya, master.”
orang berjubah hitam yang masih diikat di dalam rantai hanya bisa ketakutan melihat pedang yang dimiliki Valatia.
“gadis ini...”
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar