Mongo dibaca... Chapter 2!
Author POV
Sesosok manusia pucat muncul dari bayangan itu. membuat
Windry dan Syreen tegang.
“dia siapa?” tanya Windry.
“mungkin mayat hidup...” jawab Syreen.
“mayat hidup? kok ganteng banget?” tanya Windry.
“ganteng apaan, pucat, bermata merah, kurus, berambut panjang, dan... udah segitu aja.”
“baiklah.” Windry mengepalkan tangannya. “mari kita bertarung!” teriak Windry.
“ey? Jangan main-main!” teriak Syreen. “lebih baik, kita lari!” ajak Syreen.
“Hmm aku tidak akan lari!” Windry maju ke arah manusia pucat didepannya. Manusia itu buru-buru menghindari pukulan Windry. “sial....” Windry kembali maju dan memukul orang itu. namun, lagi-lagi ditangkis oleh orang pucat itu.
“sudah ku bilang, kita sebaiknya lari!” saran Syreen.
“lari? Tidak akan!” Windry kembali melesat ke arah orang itu. orang itu tiba-tiba membentuk sebuah rantai. Rantai itu mengikat Windry.
“Windry!” Syreen menyilangkan tangannya ia merepel sebuah mantra. “sihir air, jarum-jarum laut!” teriak Syreen. Sebuah jarum-jarum muncul dari tangan Syreen. Ia kemudian menembakan jarum itu ke orang pucat itu. orang tadi malah menyerap jarum dari Syreen membuat Syreen kaget sekaligus ketakutan. “d dia ini... penyihir gelap...”
“Komet Speed!” seorang manusia bertopeng dengan kecepatan cahaya tiba-tiba muncul dari atas langit. Ia kemudian melesat ke arah orang pucat itu.
“dia kan...” Syreen terkejut.
“bersiaplah untuk merasakan ilusi kematian. Death Ilution!” orang bertopeng itu meletakan tangannya diatas. Munculah sebuah tabung dari atas langit. Tabung itu mengurung orang tadi. Beberapa saat kemudian orang pucat berteriak. “ilusi mati telah dimainkan, sekarang nyanyian kematian! Death Song!” terdengarlah sebuah musik yang terdengar menyeramkan. Beberapa saat kemudian orang pucat itu tidak berdaya terbaring di bawah tanah.
“kereeen...” puji Windry.
“kenapa kau bisa ada disini?” tanya Syreen pada orang tadi.
“hanya kebetulan lewat.” Ucapnya. Pria bertopeng itu kemudian hilang menjadi sebuah kepulan asap.
“siapa dia?” tanya Windry yang bingung. “kau tidak tahu? Dia itu adalah Mystera seorang penyihir suci. Dia itu misterius. Dia juga tinggal di asrama ini tapi dia jarang sekali menampakan dirinya. Kalau dia menampakan dirinya, dia memakai topeng aneh itu. kau tahu apa maksudku kan?” Syreen menjelaskan.
Windry mengangguk. Orang itu benar-benar misterius. Tapi dia itu terlihat keren... pikirnya
“dia siapa?” tanya Windry.
“mungkin mayat hidup...” jawab Syreen.
“mayat hidup? kok ganteng banget?” tanya Windry.
“ganteng apaan, pucat, bermata merah, kurus, berambut panjang, dan... udah segitu aja.”
“baiklah.” Windry mengepalkan tangannya. “mari kita bertarung!” teriak Windry.
“ey? Jangan main-main!” teriak Syreen. “lebih baik, kita lari!” ajak Syreen.
“Hmm aku tidak akan lari!” Windry maju ke arah manusia pucat didepannya. Manusia itu buru-buru menghindari pukulan Windry. “sial....” Windry kembali maju dan memukul orang itu. namun, lagi-lagi ditangkis oleh orang pucat itu.
“sudah ku bilang, kita sebaiknya lari!” saran Syreen.
“lari? Tidak akan!” Windry kembali melesat ke arah orang itu. orang itu tiba-tiba membentuk sebuah rantai. Rantai itu mengikat Windry.
“Windry!” Syreen menyilangkan tangannya ia merepel sebuah mantra. “sihir air, jarum-jarum laut!” teriak Syreen. Sebuah jarum-jarum muncul dari tangan Syreen. Ia kemudian menembakan jarum itu ke orang pucat itu. orang tadi malah menyerap jarum dari Syreen membuat Syreen kaget sekaligus ketakutan. “d dia ini... penyihir gelap...”
“Komet Speed!” seorang manusia bertopeng dengan kecepatan cahaya tiba-tiba muncul dari atas langit. Ia kemudian melesat ke arah orang pucat itu.
“dia kan...” Syreen terkejut.
“bersiaplah untuk merasakan ilusi kematian. Death Ilution!” orang bertopeng itu meletakan tangannya diatas. Munculah sebuah tabung dari atas langit. Tabung itu mengurung orang tadi. Beberapa saat kemudian orang pucat berteriak. “ilusi mati telah dimainkan, sekarang nyanyian kematian! Death Song!” terdengarlah sebuah musik yang terdengar menyeramkan. Beberapa saat kemudian orang pucat itu tidak berdaya terbaring di bawah tanah.
“kereeen...” puji Windry.
“kenapa kau bisa ada disini?” tanya Syreen pada orang tadi.
“hanya kebetulan lewat.” Ucapnya. Pria bertopeng itu kemudian hilang menjadi sebuah kepulan asap.
“siapa dia?” tanya Windry yang bingung. “kau tidak tahu? Dia itu adalah Mystera seorang penyihir suci. Dia itu misterius. Dia juga tinggal di asrama ini tapi dia jarang sekali menampakan dirinya. Kalau dia menampakan dirinya, dia memakai topeng aneh itu. kau tahu apa maksudku kan?” Syreen menjelaskan.
Windry mengangguk. Orang itu benar-benar misterius. Tapi dia itu terlihat keren... pikirnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar